Sepintas, kita bayangkan, menulis cerita anak itu adalah sesuatu yang mudah dan bisa ditulis oleh siapa saja, dari penulis cerita profesional hingga ibu rumah tanggal. Tetapi, bila kita hendak mengawali menulis cerita. itu bahkan berhenti di paragraf pertama. Mengapa? Karena kita mulai ragu. Apakah cerita yang ditulis bagus? Apakah tema ini cocok untuk anak-anak? apakah ini terkesan menggurui? hingga pikiran-pikiran pelik agar cerita itu selain cocok untuk anak-anak juga bisa melahirkan diksi yang cocok bagi anak, dan terlebih lagi ditulis dengan persfektif anak-anak. Jadi, apa kita mampu melepaskan ‘kedewasaan’ dalam diri kita saat menulis cerita anak?

Menulis cerita anak tidak semudah yang kita bayangkan. Membutuhkan imajinasi kanak-kanak, diksi yang mudah dimengerti dan sesuai dengan umur anak. tidak kalah penting, ditulis dengan metode yang tidak menggurui.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan meletakkan permasalah dan pikiran-pikiran ‘dewasa’. Mulailah berkelana ke masa lalu dan temukan masa kecil yang masih tersisa dalam ingatan kita. Temukan satu ide yang menarik untuk bahan cerita.

Di penghujung Bulan Bahasa, Lembaga Seni & Sastra Reboeng akan menggelar “Seharian Jakarta Mendongeng”. Salah satu acaranya adalah workshop menulis cerita anak bersama Watiek Ideo dan Nindia Maya. Keduanya adalah penulis buku anak.  jangan lewatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan menulis cerita anak. Pastikan kalau tulisan kita tak lagi terhenti di peragraf pertama ya, temans!

Workshop Menulis Cerita Anak

Perpustakaan Nasional Republikan Indonesia

Jl. Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat

Minggu, 28 Oktober 2018

Jam 09.00 – Selesai