Lembaga Seni dan Sastra Reboeng turut serta memeriahkan Perpusnas Expo dalam rangka Hari Kunjung Perputakaan & Bulan Gemar Membaca 2018 dengan menghadirkan acara “Literasi Bersama Reboeng”. Dilaksanakan di Auditorium Perpusnas Lantai 4, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada 15 September 2018 jam 10.00 WIB hingga jam 15.00 WIB.

Selama ini, literasi lebih banyak dimaknai hanya sebagai kemampuan menulis dan membaca. Tidak melibatkan keterampilan dan kreativitas sebagai salah satu tujuannya. Di lain sisi, literasi banyak dilakukan dengan menggalakkan gerakan cinta membaca. Bahkan pemerintah mendukung literasi dengan cara menggratiskan pengiriman buku-buku ke daerah. LSS Reboeng mencoba membuat gerakan literasi dengan cara melestarikan budaya mendongeng, lagu anak dan memperkenalkan anak-anak pada kebudayaan Indonesia melalui musik dan tarian.

Bagi Nana Ernawati, Ketua Lembaga Seni dan Sastra Reboeng, mendongeng dapat menjadi salah satu cara agar anak-anak cinta membaca dan menumbuhkan imajinasi mereka sejak dini serta menumbuhkan semangat menulis dan mengarang cerita. Ketika mereka mendengar dongeng, ketertarikan untuk membaca cerita-cerita lain akan muncul dan memancing kebiasaan membacanya sejak anak-anak. imajinasi mereka akan mulai tumbuh dan bukan mustahil bila kecintaannya untuk menulis cerita dan mendongeng juga akan muncul.

Dongeng juga berperan penting dalam pembentukan karakter anak, penanaman kebajikan dan pembelajaran moral yang efektif. Melalui dongeng, anak bisa dibentuk sebagai pribadi yang hebat dan sebagai warna negara pemilik masa depan yang mumpuni. Dalam “Literasi Bersama Reboeng”, sesi mendongeng diisi oleh Kakak Fadhilah, Kakak Anne, dan Bunda Dhenok. Anak-anak begitu antusias dan ikut berinteraksi dengan pendongeng.

Selain dongeng, dalam Literasi Bersama Reboeng, juga diperkenalkan budaya betawi dan bentuk tarian oleh Sanggar Seni Seri Amelia. Kak Jodhi Yudono bernyanyi lagu anak-anak Indonesia yang selama ini sudah tergeser karena anak-anak lebih menggemari lagu dewasa. AVC Biola Instrumen tampil dengan memukau sehingga anak-anak banyak yang tertarik untuk ikut berlatih memainkan biola. Ada pula Kakak Joko Joker yang menghibur anak-anak dengan pantomim. Terakhir,  Anak-anak juga mulai diperkenalkan pada Semaphore yang atraksinya dimainkan oleh adik-adik dari SMPN 168 Jakarta.

 

-Admin el-