sejak awal tahun 1980-an, Nana Ernawati aktif menulis puisi dan aktif di teater. Sebagai penyair muda kala itu, Nana Ernawati banyak mempublikasikan karya-karyanya di media cetak, baik tingkat nasional maupun lokal.

(Nana Ernawati)

Rupanya, Nana, demikian panggilannya, tidak bisa dijauhkan dari sastra, terutama puisi. Sampai hari ini dia masih terus menulis puisi, dan diterbitkan dalam bentuk buku puisi, atau puisi lepas yang dipublikasikan melalui media sosial. Ini artinya, Nana masih terus menjaga kreativitasnya dalam menulis puisi.

Yang lebih menakjubkan, perhatiannya pada sastra bukan hanya dalam bentuk menulis puisi, tetapi mendorong orang lain untuk terus berkarya dengan menyelenggarakan lomba penulisan puisi, atau menerbitkan puisi karya penyair dari berbagai daerah melalui lembaga yang didirikan, dan diberi nama Lembaga Seni dan Sastra Reboeng.

IMG-20180403-WA0003Perhatian Nana Ernawati dibidang sastra bisa dikatakan lengkap, karena selain berkarya, juga memberikan fasilitas pada penyair dan sastrawan lainnya untuk menerbitkan dan mempublikasikan karya-karya. Karena lebih banyak memberi ruang pada orang lain,  Nana Ernawati sendiri malah abai terhadap dirinya sendiri, sehingga perlu untuk memberikan ruang atas karya-karya Nana Ernawati.

Lagu Puisi dan Pembacaan Puisi Karya Nana Ernawati.

FB_IMG_15227310285871761

“Lagu Puisi Nana Ernawati” digelar di Tembi Rumah Budaya pada 2 April 2018 dalam acara rutin Sastra Bulan Purnama. Sekitar 20 puisi karya Nana Ernawati digarap menjadi lagu oleh Ana Ratri dan Yoyok yang tergabung dalam kelompok musik ‘Boleh Masuk’. Kelompok musik lain yang juga tampil, misalnya ada Ratna feat Sashmyta Wulandari, Swaara dan Nocturne. selain itu juga ada pembacaan puisi oleh aktor handal Landung Simatupang dan Butet Kertaredjasa.

(pembacaan puisi oleh Butet Kertaredjasa)

FB_IMG_15227311118616787

FB_IMG_15227309833163715

 

 

-admin el-