Ubud Writers and Reader Festival adalah sebuah festival  sastra dan seni terbesar di Asia Tenggara yang dilaksanakan tiap tahun di Ubud, Bali. Tahun ini UWRF berlangsung dari tanggal 25-29 Oktober 2017, dan saya, yang  merupakan bagian dari Lembaga Seni dan Sastra Reboeng berkesempatan mengikuti UWRF17.

            UWRF17 mengambil tema Origins; Sangkan Paraning Dumadi, sebuah tema yang terinspirasi dari filosofi Hindu. Origins bermakna hubungan manusia dengan asal muasalnya, dan tempat manusia akan kembali kelak. Ada sekitar 150 pembicara, penulis, atau seniman yang akan hadir dan membicarakan isu-isu sosial, budaya, politik, dan seni di beberapa venue di Ubud, Bali. Dari persfektif pariwisata, UWRF berhasil menarik pengunjung internasional dan domestik untuk lebih mengenal Ubud dan mempromosikan berbagai kesenian dan budaya Bali.

            Di hari pertama, 26 oktober 2017 saya berkesempatan hadir ke beberapa sesi Free Event, di antaranya book launch novel Gentayangan karya Intan Paramadhita, film  screening Hush, dan film screening Filosofi Kopi 2. Intan Paramadhita dalam novel Gentayangan mencoba memotret perjalanan dan ketercerabutan. Ia membicarakan bagaimana hubungan antara rumah dan perjalanan, kosmopolitanisme, dan ruang gerak manusia di tengah kaburnya batas antara negara dengan dunia. Intan tetap mempertahankan gaya khasnya sebagai penulis feminis dengan genre horor. Dia mengatakan bahwa memang itulah yang membuatnya berbeda.

WhatsApp Image 2017-10-28 at 03.51.34

(Book Launch Gentayangan, Intan Paramadhita)

            Sementara dalam film screening Hush, Djenar Maesa Ayu membicarakan mengenai benang merah dalam karya-karyanya, novel maupun film, yang selalu membicarakan mengenai isu perempuan, lebih spesifik selalu berkenaan dengan pemerkosaan terhadap perempuan. Tapi ia selalu berusaha untuk menceritakan isu tersebut dengan struktur yang berbeda. Tema itu menjadi menarik baginya karena memang terjadi dan entah kenapa terus terjadi. Isu-isu seksual tidak banyak dibicarakan dan dianggap tabu, bahkan dalam banyak kasus pemerkosaan, perempuanlah yang  seringkali disalahkan.

WhatsApp Image 2017-10-28 at 03.51.35

(Sesi Q&A dengan Djenar Maesa Ayu setelah pemutaran film Hush)

            Di sesi film screening Filosofi Kopi 2, Chiko Jericho yang berperan sebagai Ben dalam film tersebut membicarakan soal hubungan antara industri kopi dan petani kopi. Menurut Chiko, keduanya mesti sejalan dari hulu ke hilir karena keduanya saling membutuhkan. Faktanya selama ini, orang-orang hanya membicarakan industri kopi dan melupakan petani kopi.

  WhatsApp Image 2017-10-28 at 03.51.36

(Sesi Q&A dengan Chiko Jericho setelah pemutaran film Filosofi Kopi)

-admin el-