Kemungkinan besar belum banyak penulis dan pegiat literasi yang mengetahui perihal Asian Festival of Children’s Content (AFCC) sebagai suatu ajang cukup besar, festival konten anak-anak se-Asia. AFCC merupakan festival tahunan yang digelar di Singapura untuk merayakan, mempromosikan, dan mengapresiasi buku-buku dan konten anak-anak. Di AFCC kami berkesempatan melihat konten anak-anak, buku anak-anak, penulis buku anak, ilustrator, dan produser dari Asia. Selain itu, juga bisa berjejaring dengan penerbit dan menjelajah pasar buku anak di Asia.

(Pengunjung AFCC)

(Pengunjung AFCC)

Di AFCC tahun ini yang berlangsung pada 17-21 Mei 2017, Indonesia menjadi negara fokus. Ini adalah kesempatan Indonesia untuk mengenalkan buku-buku dan konten anak-anak yang diproduksi selama ini kepada masyarakat luar negeri. Kebudayaan Indonesia meliputi cerita rakyat, seni, ilustrasi, mitos, dan legenda bertemu dengan kebudayaan lain di Asia. Secara tidak langsung, masyarakat Asia akan melihat Indonesia melalui karya sastra, khususnya sastra anak.

(Indonesia Pavilion tampak luar)

(Indonesia Pavilion tampak luar)

Lembaga Seni dan Sastra Reboeng, sebagi salah satu penerbit indie yang konsen menerbitkan buku-buku sastra beruntung dapat menjadi salah satu penerbit yang bukunya bisa mewakili Indonesia di AFCC. Buku puisi anak Indonesia “Kurcaci Berpuisi” terpilih untuk diluncurkan di Singapura dan diperkenalkan kepada pembaca di Asia. Kurcaci Berpuisi merupakan kumpulan puisi anak-anak Indonesia umur 6-12 tahun yang ditulis oleh anak-anak dari berbagai provinsi di Indonesia. Penerbitan buku ini tidak lepas dari cita-cita Reboeng agar anak-anak Indonesia mulai mengenal sastra sejak dini, salah satu pendekatnnya adalah lewat puisi.

(Para Kurcaci Berpuisi)

(Para Kurcaci Berpuisi)

Book Launch Kurcaci Berpuisi di Singapura berlangsung pada 20 Mei 2017. Poin utama yang merasa perlu untuk disampaikan oleh Reboeng salah satunya adalah mengenai pilihan Reboeng yang cukup berani untuk mengangkat puisi anak menjadi salah satu karya yang diakui dan berbentuk buku. Tidak banyak, bahkan mungkin belum ada penerbit yang melakukan hal demikian. Mengapa Reboeng memilih menerbitkan puisi anak-anak? Sebagai buku puisi anak yang ditulis langsung oleh anak-anak, Kurcaci Berpuisi diharapkan dapat menjadi bacaan menyenangkan yang membawa pembaca anak-anak untuk memahami perasaan dan imaji kreatif sesamanya. Melalui Kurcaci Berpuisi anak-anak dapat mengembangkan imajinasi dan melatih kemampuan menulisnya sejak dini. Anak-anak akan mengenal bahasa yang menjadi dasar sebuah puisi. Menulis puisi juga akan memberikan sebuah pengalaman bagi anak-anak bagaimana mengungkapkan perasaan dengan bahasa. Seorang penyair senior Indonesia, Sapardi Djoko Damono menulis;

Di tangan anak-anak ,kertas menjelma perahu Sinbad
Yang tak takluk pada gelombang. Menjelma burung
Yang jeritnya membukakan kelopak-kelopak bunga di hutan;
Di mulut anak-anak , kata menjelma Kitab suci,

(Kurcaci Berpuisi di Bookstore AFCC)

(Kurcaci Berpuisi di Bookstore AFCC)

Apresiasi terhadap Kurcaci Berpuisi datang dari Dr. Murti Bunanta, seseorang yang konsen dalam bidang sastra anak, penulis buku anak, peneliti, dan presiden Society for the Advancement of Children’s Literature and Indonesian Section IBBY yang mempelopori bacaan anak-anak di Indonesia. Ia mengatakan bahwa di antara buku anak-anak yang dipemerkan di AFCC, Kurcaci Berpuisi menjadi salah satu yang spesial karena menjadi satu-satunya buku puisi anak dari Indonesia. Oleh sebab itu, Kurcaci Berpuisi pantas dibaca oleh anak-anak dan masyarakat umum demi menumbuhkan semangat menulis puisi dan membaca puisi bagi anak-anak.

(Ketua LSS Reboeng, Nana Ernawati, presentasi mengenai Kurcaci Berpuisi)

(Ketua LSS Reboeng, Nana Ernawati, presentasi mengenai Kurcaci Berpuisi)

(Ketua LSS Reboeng, (Nana Ernawati, Ketua LSS Reboeng dengan Dr. Murti Bunanta)

(Nana Ernawati, Ketua LSS Reboeng dengan Dr. Murti Bunanta)

Untuk menarik perhatian pengunjung, kami menunjukkan kepada mereka seperti apa isi buku Kurcaci Berpuisi melalui wujud visual, yakni video. Kami paparkan beberapa puisi beserta ilustrasi yang ada dalam buku Kurcaci Berpuisi. Juga memutar video dokumentasi peluncuran buku Kurcaci Berpuisi yang berlangsung di Jakarta pada November 2016 lalu. Tentu saja pengunjung sangat antusias dengan hal tersebut. Bahkan, seorang siswi sekolah dasar di Singapura pun sempat membaca salah satu puisi dalam buku Kurcaci Berpuisi di depan umum.

(Pembacaan Puisi)

(Pembacaan Puisi)

(Penyerahan Kurcaci Berpuisi sebagai kenang-kenangan)

(Penyerahan Kurcaci Berpuisi sebagai kenang-kenangan)

Kami tidak lupa menyerahkan buku Kurcaci Berpuisi kepada Panitia AFCC sebagai suatu tanda terima kasih telah memberi Lembaga Seni dan Sastra Reboeng kesempatan untuk memperkenalkan Kurcaci Berpuisi kepada pembaca di Asia dan telah memberi jalan terhadap LSS Reboeng untuk memasuki pintu pasar buku anak di Asia.

(Penyerahan Kurcaci Berpuisi kepada Panitia AFCC)

(Penyerahan Kurcaci Berpuisi kepada Panitia AFCC)

Kurcaci Berpuisi dipajang di Bookstore AFCC, sehingga pengunjung yang tertarik untuk membeli bisa mendapatkannya di sana. Kami juga memajang Kurccai Berpuisi di Indonesia Pavilion, sehingga dapat dilihat oleh penerbit-penerbit dari Asia. Sebanyak 20 eksemplar buku Kurcaci Berpuisi diserahkan kepada KBRI di Singapura supaya menebar manfaat lebih luas dan mudah diakses oleh pembaca di Singapura.

(Tim LSS Reboeng di Bookstore AFCC)

(Tim LSS Reboeng di Bookstore AFCC)

Semoga Kurcaci Berpuisi menebar bermanfaat bagi seluruh pembaca, utamanya bagi anak-anak. semoga kegiatan-kegiatan literasi seperti AFCC terus dikerjakan, karena bacaan dan konten anak-anak juga perlu mendapat perhatian serius dari orang dewasa. Salam literasi!

 (Narudin, Penerjemah buku Kurcaci Berpuisi)

(Narudin, Penerjemah buku Kurcaci Berpuisi)